Skip to main content
Artikel

Alquran Nikmat yang Paling Besar

By September 20, 2021No Comments

Ada begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Tanpa mengecilkan nikmat-nikmat yang lain, nikmat iman, islam, hidayah, hingga Al-quran adalah contoh nikmat-nikmat yang tak tertandingi. Karena dengan nikmat-nikmat inilah kita bisa berharap kelak dimasukkan oleh Allah SWT ke dalam surga-Nya.
Begitu tingginya kedudukan Alquran hingga membuat Allah memuji diri-Nya sebab telah menurunkan Alquran. Seperti yang tertuang di surah Al Kahfi Ayat 1 yang berbunyi:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur’an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya.”
Sehingga, tidaklah salah apabila Al-quran disebut-sebut sebagai salah satu nikmat terbesar dari sekian banyak nikmat-nikmat besar yang diberikan Allah kepada manusia dan jin.

1. Melalui Al-Quran kita bisa mengenal Allah

Al-Quran yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril a.s, sungguh merupakan salah satu nikmat dari Allah yang sangat besar.
Karena melalui Al-Quran kita bisa mengenal siapa tuhan yang telah menciptakan manusia, bumi dan seisinya, serta jagat raya ini. Dan, dengan petunjuk Al-Quran kita bisa mengenal Allah, tuhan yang wajib disembah, dan tidak ada tuhan selain Dia.

2. Quran membantu orang-orang kafir menemukan hidayah

Ada begitu banyak kisah-kisah yang menggambarkan bagaimana Allah memberikan hidayah kepada orang-orang yang dulunya kafir dan sangat keras menentang islam melalui Alquran.
Salah satu contoh kisah yang paling terkenal adalah, kisah masuk Islamnya Umar Bin Khattab r.a setelah membaca ayat,
طه . مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآَنَ لِتَشْقَى
Artinya: “Thaha, tidaklah Aku turunkan Al-quran ini untuk bikin sukar manusia. Melainkan merupakan pengingat bagi orang-orang yang takut kepada Allah.”
إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي . إِنَّ السَّاعَةَ آَتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيهَا لِتُجْزَى كُلُّ نَفْسٍ بِمَا تَسْعَى
Artinya: “Sesungguhnya Aku lah Allah. Tidak ada tuhan melainkan Aku. Maka hendaknya hanya kepada Ku lah kamu menyembah. Dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. Sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang, yang sengaja waktunya tidak kami beritahukan kepada kamu semua, untuk kami balas segala setiap orang, tentang apa saja yang telah mereka lakukan dalam kehidupan dunia ini.”

3. Alquran membimbing kita ke jalan yang lurus

Betapa banyak manusia yang hidup dengan memperturutkan hawa nafsu belaka. Hingga membuat berbagai kerusakan (akhlak) dimuka bumi. Bahkan orang-orang yang kuat imannya sekalipun, tidak luput dari khilaf.
Tapi, berkat Al-Quran yang menjadi petunjuk ke jalan yang lurus, tak sedikit diantara kita (kaum Muslimin) yang menyeleweng, dapat kembali (bertaubat) ke jalan yang lurus.
قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا
Artinya: (Al-quran) Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik. (QS Al Kahfi : 2)

4. Al-Quran membantu kita membedakan mana yang hak dan bathil

Sesuatu yang “hak” dapat dimaknai sebagai sesuatu yang: adil, benar atau tidak menyimpang (contohnya adalah perkara tauhid), pasti (contohnya adalah hari kiamat serta kematian dan kebangkitan).
Sedangkan “batil,” dapat diartikan sebagai sesuatu yang dilarang Allah atau sesuatu yang rusak. Contohnya, menyekutukan Allah dengan menyembah berhala, meninggalkan sholat, tidak berpuasa di bulan Ramadhan, atau mengambil harta orang lain dengan jalan yang tidak benar.
وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ
“Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil…” (QS. Al-Baqarah : 188)
Tapi berkat petunjuk Alquran, kita bisa dengan mudah membedakan dan tidak mencampuradukkan perkara yang hak dan batil. Seperti perintah Allah melalui surah Al-Baqarah ayat 42.
وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang batil …”

5. Allah memperingatkan kita (manusia dan jin) melalui Al-Quran

Banyak sekali ayat-ayat di dalam Alquran yang menjadi peringatan bagi kita (manusia dan jin) agar selalu bertaqwa kepada Allah. Yaitu, dengan mematuhi segala perintah-Nya dan menjauhi segala yang dilarang-Nya.
تَبٰرَكَ الَّذِيْ نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلٰى عَبْدِهٖ لِيَكُوْنَ لِلْعٰلَمِيْنَ نَذِيْرًا
Artinya: “Maha Suci Allah yang telah menurunkan Furqan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia).”

6. Alquran dapat menjadi obat (penyakit hati)

Diantara penyakit hati yang dimaksud adalah, cinta dunia, iri, dengki, hasad, sombong atau bangga diri, hingga riya atau suka pamer.
Penyakit-penyakit hati tersebut bisa membawa kita pada perbuatan maksiat, kufur nikmat, dan bahkan dapat menjadikan kita ingkar kepada Allah. Seperti yang dilakukan oleh Iblis (laknatullah) yang tertuang pada surah Al-A’raf : 12, yang artinya,
“Allah berfirman, “Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?” Iblis menjawab, “Aku lebih baik dari pada dia, Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”

Leave a Reply